Home » Uncategorized » MENGGAPAI BINTANG DI NEGERI GINSENG

MENGGAPAI BINTANG DI NEGERI GINSENG

MENGGAPAI BINTANG DI NEGERI GINSENG

(Kisah Sukses CEO Muda Boris Syaifullah)

Oleh: Putri Saqinah Maharani

Siswi SMAN 3 Sumbawa Besar

Postur tubuh yang tak terlalu tinggi dengan rambut serta wajah klimis membuat sosoknya tampak awet muda. Dihiasi kacamata yang senantiasa bertengger serta senyuman yang tak lepas dari raut wajahnya. Kewibawaan sebagai seorang leader sangat nampak pada sosoknya. Meski demikian keramahan senantiasa hadir dalam interaksinya dengan orang lain. Bahkan tak jarang bersama rekan-rekannya duduk santai atau lesehan bercengkrama menggambarkan kebahagiaan ketika mereka dapat berkumpul tanpa harus berkutat dengan hiruk-pikuknya pekerjaannya sebagai seorang President Director sekaligus CEO. Dialah sosok pengusaha muda Boris Syaifullah pendiri PT BorSya Cipta Communica.

Kisah perjalanannya hingga sampai pada puncak kesuksesan seperti saat ini jika dikulik lebih jauh, sejatinya akan menjadi sebuah inspirasi sekaligus motivasi bagi para pemuda masa kini yang sedang berjuang dan mencapai puncak kesuksesannya dalam kehidupan. Boris adalah enterpreneur sejati yang selalu mengutamakan Tuhan dan selalu mengikut sertakan Tuhan dalam setiap langkahnya, tidak pernah lelah berjuang, dermawan, memegang prinsip , perduli sekitarnya, ramah dan rendah hati  serta masih banyak lagi sifat-sifat entrepreneur yang melekat pada diri seorang Boris Syaifullah. Motto dan prinsip kehidupan “The Best For World”  menjadi alasan sekaligus tujuan Boris dalam bergerak ataupun menggerakkan orang lain untuk maju.

Boris kecil terlahir di keluarga yang dapat dikatakan berkecukupan. Ia lahir dari pasangan suami istri Makarau HMY dan Inda Tola tepatnya 8 September1975 lalu, di sebuah desa kecil yaitu Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape. Desa ini terletak di bagian timur Kabupaten Sumbawa, desa dengan luas 67,71 % dari Kecamatan Lape ini ditempati oleh sebagian besar suku Bugis. Demikianlah darah Bugis mengalir dalam dirinya.

Boris dapat digolongkan anak yang cerdas. Sejak di bangku sekolah dasar tepatnya di SD Negeri Labuhan Kuris ia selalu menjadi juara kelas. Hal inilah yang menjadikannya lebih mudah untuk melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri 1 Sumbawa, lalu melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 2 Sumbawa selain karena alasan ia mengikuti kakeknya untuk tinggal di kota Sumbawa Besar. Kehidupan Boris muda tidak selalu mulus. Lika -liku drama kehidupan pun dilaluinya. Masalah yang datang berimbas pada pendidikannya. Sekolahnya sempat terhenti kala itu. Boris memutuskan mengikuti program Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Negeri Ginseng Korea. Pengalaman hidup yang cukup panjang yang dilalui telah menjadi guru terbaik baginya dan mendorong untuk kembali menuntaskan pendidikannya.  Boris juga pernah menempuh pendidikan di SPK Yarsi Mataram. Namun Boris muda memutuskan beralih melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi di Fiber Optical Telecommunication Course di Anyang University, Korea Selatan. Tak berhenti sampai di situ, kembali Boris melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Uninus Bandung.

Keputusannya menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Negeri Ginseng Korea  Selatan pada tahun 1997, menjadi  awal perjuangannya meniti karir. Pahit getir kehidupan TKI juga dihadapi Boris muda. Namun tekadnya yang telah bulat untuk sukses, menguatkannya menghadapi persoalan yang ada. Baginya yang harus dikejar bukanlah uang namun yang harus digenggam justru adalah mesin uang. Dengan etos kerja yang tinggi, disiplin, serta senantiasa berserah diri kepada Tuhan, telah mengantarkan Boris secara perlahan dan pasti melangkah menuju puncak kesuksesannya. Berjuang dan bekerja sebagai tenaga buruh kasar selama menjadi TKI adalah sebuah proses baginya menempa dan membangun kualitas diri sebagai enterpreneur.  hingga akhirnya Boris mendapatkan kepercayaan menjadi Production Manager Jinyoun Chongmil Korea pada tahun 2001-2003, lalu Marketing Director Miztek Co. Ltd, Korea (2003-2009), selanjutnya Marketing Director Korean Optic Technology (KOT) Co. Ltd. Korea (2009-2012). Hingga  pada 17 November 2015 berhasil mendirikan PT BorSya Cipta Communica dan sekarang menjabat sebagai President Director dan CEO dari perusahaan yang ia dirikan.

Perjalanannya meniti karier pun tak lepas dari ujian. Sebagai pemimpin, kepedulian terhadap para karyawan merupakan hal yang menonjol darinya. Misalnya Pada tahun 2015 pada saat Boris menjabat sebagai Local Director Indonesia Optic Technology (IOT), badai datang menerpa seorang Boris Syaifullah. Bagaimana tidak, Boris dituntut melakukan sesuatu oleh perusahaan yang tentunya akan berdampak buruk terhadap setengah karyawannya. Penentangan habis-habisan yang dilakukan oleh Boris, membuatnya memutuskan keluar dari perusahaan. Semua fasilitas mewah yang dapatkan ditarik kembali namun itu tidak menjadi masalah baginya. Meski bintang yang awalnya bersinar harus redup namun Boris selalu yakin matahari esok akan terbit kembali. Tak hanya itu Boris Syaifullah pun pernah gagal pada 2012 saat ia baru pertama kali membangun sebuah perusahaan di daerah Jawa Timur untuk mensupport Jembatan Suramadu pada saat itu. Demi menjaga kepercayaan para investor,  Boris menjual segala harta yang ia miliki mulai dari mobil rumah dan lain sebagainya untuk mengganti dana investor. Padahal sebenarnya investor tersebut tidak meminta ganti rugi. Namun bagi Boris bertanggung jawab sekarang untuk membangun kepercayaan hingga masa depan adalah hal yang sangat penting dalam membangun usaha, dan hal ini terbukti dengan terjalinnya kerjasama dengan investor tersebut hingga saat ini

Kini Boris Syaifullah mulai merambah dunia pendidikan dan pengembangan UMKM. Kini Boris Syaifullah tengah membangun sebuah sekolah telekomunikasi dan memilih Sumbawa untuk mengawalinya yang diberi nama SMK BorSya Telekomunikasi. Baginya  membangun sekolah bukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan. Namun sebagai wujud kepedulian dirinya sebagai putra daerah, dan sebagai investasi untuk akhirat karena ia menyediakan fasilitas untuk menimbah ilmu. Sekaligus untuk menjawab tantangan  PT Telkom Indonesia dalam memenuhi kebutuhan terhadap teknisi atau ketenagakerjaan. Selain membangun sekolah Boris juga turut berkontribusi dalam membantu pemuda Tana Samawa (Sumbawa) dalam merintis usaha mereka seperti dengan membuat salah satu program yang berhubungan dengan UMKM dan diberi nama UMKM Binaan Borsya Foundation.

Pertimbangan lain baik dalam membangun sekolah digital maupun melakukan pembinaan UMKM, karena bagi Boris Syaifullah  generasi muda Sumbawa tidak bisa dipandang sebelah mata karena sumber daya manusianya atau generasi mudanya tidak kalah dengan daerah lainnya. Keyakinan ini juga yang menjadi alasan baginya untuk merekrut karyawan  dari putra-putri Tana Samawa (Sumbawa). Menurut Boris, generasi muda Sumbawa ini hanya cukup melakukan sesuatu sesuai dengan minat atau bakatnya. Ia mengatakan generasi muda Sumbawa harus melek teknologi, pintar membaca peluang, mampu memanfaatkan teknologi digital untuk sesuatu yang baik tentu dengan etika yang baik.

Demikianlah sepenggal kisah perjalann hidup sosok yang senantiasa menginspirasi orang lain untuk selalu maju dan peduli.  Terlebih lagi tanah kelahirannya. Banyak sekali kontribusi yang Boris Syaifullah lakukan untuk Tana Samawa (Sumbawa) ini.  Hal itu semata-mata karena kepeduliannya dan ia melihat harapan besar ada di Tana Sumbawa (Sumbawa)


Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *