Home » SMA NEGERI 3 Sumbawa Besar Menuju Sekolah Adiwiyata

SMA NEGERI 3 Sumbawa Besar Menuju Sekolah Adiwiyata

SMA NEGERI 3 Sumbawa Besar Menuju Sekolah Adiwiyata

Sumbawa Besar ( bidikankamera.com )

Cinta lingkungan sebaiknya diajarkan sejak dini. Agar kedepan, yang diajarkan berperilaku sehat dan peduli lingkungan. Tujuan program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, yakni guru, karyawan dan pelajar, sehingga di kemudian hari warga sekolah dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Sekolah sebagai wadah pendidikan mesti tanggap terhadap isu lokal, nasional, dan global lingkungan hidup. Sebagai wadah ilmiah dan memiliki peran strategis perubahan, sekolah perlu menjalankan education for sustainable development. Sistem pendidikan yang membelajarkan peserta didik untuk hidup berkelanjutan terutama terhadap keseimbangan ekologis yang berkelanjutan.

Pembangunan berkelanjutan dapat dibelajarkan melalui penerapan program pengembangan sekolah adiwiyata. Sekolah merupakan wadah terselenggaranya upaya sadar dan terencana untuk mewujudkan proses pembelajaran yang mengaktifkan potensi pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik.

Sedangkan, secara etimologis kata adiwiyata merupakan gabungan dua kata dari bahasa Sansekerta “adi” yang memiliki arti agung, sempurna, atau ideal dan “wiyata” yang berarti tempat seseorang mendapat ilmu, etika, norma, dan moral.

Adiwiyata dapat diartikan tempat yang agung/sempurna/ideal untuk memperoleh ilmu pengetahuan, etika, norma, dan moral. Kita dapat memberi kesimpulan bahwa sekolah adiwiyata merupakan tempat yang agung sempurna atau ideal untuk menyelenggarakan proses pembelajaran. Dalam perkembangan selanjutnya sekolah adiwiyata memiliki makna sekolah yang peduli dan cinta lingkungan hidup.

Sekolah juga perlu bersepakat bahwa pengembangan sekolah adiwiyata bukan sekedar menjawab tantangan ekologis yang dirasakan saat ini. Pengembangan sekolah adiwiyata harus merupakan bagian dari pengembangan pendididkan karakter (PPK).

SMAN 3 Sumbawa menerapkan program adiwiyata yang bertujuan untuk menciptakan kondisi sekolah yang baik bagi sekolah, menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran bagi warga sekolah, sehingga pada kemudian hari warga sekolah tersebut dapat bertanggung jawab dalam upaya penyelamatan lingkungan sekolah SMA Negeri 3 Sumbawa Besar. dan pembangunan berkelanjutan Dimulai dengan kegiatan lomba, seperti lomba Basket Ball yang bertemakan cinta lingkungan untuk para pelajar.

Demikian dikatakan H Jufriadi S. Ag M. Pd ., selaku kepala sekolah SMA Negeri 3 Sumbawa, Jufriadi menjelaskan, sekolah adiwiyata adalah sekolah yang peduli lingkungan sehat, bersih serta lingkungan yang indah.

“Dengan adanya program adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat disekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi tubuh kita,” jelas H.Jufriadi,S.Ag,M.Pd.

Seperti misi SMA Negeri 3 Sumbawa akan mengembangkan suasana kehidupan yang berwawasan lingkungan dan berbudaya bagi semua warga sekolah, tujuannya agar SMA Negeri 3 ini tercapai untuk menuju sekolah adiwiyata.

Diungkapkan Kepala sekolah Jufri, kegiatan yang harus dilakukan oleh sekolah secara terencana dan terus menerus secara komperensif, dimana tujuannya untuk membentuk sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.

Selanjutnya H.Jufriadi,S.Ag,M.Pd selaku kepala sekolah SMA Negeri 3 Sumbawa menyatakan ungkapan terimakasih kepada Bapak Drs Muhammad Adriani M. Si Selaku Kasi Pengendalian Perubahan Iklim Konservasi ( DISLHK ) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mengatakan ““ persoalan sampah bukan saja persoalan Pemerintah tapi juga merupakan perubahan perilaku Masyarakat agar bisa bersama merubah perilaku agar lebih peduli terhadap lingkungan sehingga menjadi budaya dan tradisi kepeduliannya terutama terhadap sampah dan lingkungan” demikian tutup Drs Muhammad Adriani M. Si . (Well/SHK)